Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik Rumah Tangga di Desa Gedong

Kgiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik Rumah Tangga dan Launching Digitalisasi Pemetaan Gerakan Pemilahan dan Pengurangan Sampah Rumah Tangga di Lesehan Lemah Ijo, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru telah dilaksanakan pada Selasa 25 Mei 2021.

Pada Selasa, 25 Mei 2021 telah dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik Rumah Tangga dan Launching Digitalisasi Pemetaan Gerakan Pemilahan dan Pengurangan Sampah Rumah Tangga di Lesehan Lemah Ijo, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru.

Kegiatan Bimtek dimulai dengan sambutan Kepala Desa Gedong dan Camat Banyubiru yang diwakili oleh Sekretaris Camat Banyubiru. Kegiatan dibuka oleh Bapak Kabid Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Semarang dilanjutkan dengan Launching Digitalisasi Pemetaan Gerakan Pemilahan dan Pengurangan Sampah Rumah Tangga. Kemudian dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan tas sampah pemilah dan tong sampah (komposter) dari DLH Kab. Semarang ke Desa Gedong.

Materi bimbingan teknis pengelolaan sampah disampaikan oleh narasumber dari Yayasan Bintari Semarang yang terbagi menjadi dua materi yaitu Teknik Pengelolaan Sampah Anorganik Rumah Tangga dengan Manajemen Bank Sampah disampaikan oleh Fitri Ulul Azizah, S.Tr.Sos dan Teknik Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga Tuntas di Tempat dengan Komposter disampaikan oleh Yuliana Rachmawati, S.Si., M.Ling.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung setelah penyampaian materi, diperoleh kesimpulan diantaranya adalah bahwa tas pemilah dan tempat sampah komposter yang dibagikan kepada masyarakat bertujuan untuk memaksimalkan kegiatan pengelolaan sampah di Dusun Ngaglik pada khususnya dan Desa Gedong pada umumnya. Tempat sampah komposter yang diberikan oleh DLH Kab. Semarang kepada Desa Gedong bervolume 80 liter dan bisa penuh dalam jangka waktu satu bulan. Dengan adanya tempat sampah komposter, diharapkan hasil dari pengelolaan sampah organik bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian masyarakat sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan pembinaan tersebut tetap mengikuti himbauan pemerintah tentang social/physical distancing dan melaksanakan protokol kesehatan yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun / handsanitizer sebelum masuk dan keluar ruangan serta tidak berjabat tangan.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

LINK TERKAIT